Angan

Kiarakelana

Angin melambai daun-daunan
Mengutarakan pada angan
Sore itu kau terlihat teduhPun juga aku teduh

Awan-awan beriringan
Perlahan bercakap dengan hujan
Tak ada yang bisa menolak
Kepergianmu

Izinkan aku menanti buih labuhmu

Ditemani lunar yang pendarnya
Tak lagi benderang
Aku berusaha menepis rasa
Yang masih tersisa

Ia bersembunyi
Menepi di sudut hati
Tak ingin pergi
Apalagi mencari pengganti

Lagi-lagi
Hanya kau yang kucari
Lagi-lagi
Hanya kau yang kunanti