Wahai Kau

Danilla

Wahai kau yang kerap tersenyum manis di benakku
Berhentilah agar kusanggup tidur kali ini
Wahai kau yang telah getarkan hati saat pagi
Bersama turunnya butir embun yang perlahan

Wahai kau yang lahirkan resah saat kita berdua terpisah
Di tempat yang jauh ′tuk merindu

Ikut denganku serta melintasi alam nyata
Yang tersimpan dalam belaian di jiwa
Seakan kita benar tak peduli akan salah
Oh, karena hati dan rasa bicara

U-u-u-u-u-u-uh ...

Wahai kau yang selama ini jadi buaianku
Kemarilah saat senja bertemu malam gelap

Wahai kau yang kerap menangis di pelukku
Tersedulah karena kududuk di sampingmu

Senantiasa bercumbu
Di kala hujan dan gemilang selimuti kita

Ikut denganku serta melintasi alam nyata
Yang tersimpan dalam belaian di jiwa
Seakan kita benar tak peduli akan salah
Oh, karena hati dan rasa bicara

Ikut denganku serta melintasi alam nyata
Yang tersimpan dalam belaian di jiwa
Seakan kita benar tak peduli akan salah
Oh, karena hati dan rasa bicara
Hati dan rasa bicara