//LMK PAPPRI Distribusikan Royalti Senilai Rp 1,69 miliar

LMK PAPPRI Distribusikan Royalti Senilai Rp 1,69 miliar

Lembaga Manajemen Kolektif Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (LMK PAPPRI) mendistribusikan royalti kepada sekitar 474 lebih anggotanya pada Rabu (15/5/2019). Secara keseluruhan royalti yang dibagikan tahun ini mencapai Rp 1,69 miliar.

Dalam siran pers Kamis (16/5/2019), LMK PAPPRI menyebutkan bahwa dibanding tahun lalu yang jumlahnya mencapai angka Rp 1,1 miliar, maka tahun ini mengalami peningkatan kurang lebih sekitar 500 juta rupiah. 

Uang tersebut, didapat melalui penggunaan karya para musisi di sejumlah tempat hiburan seperti rumah karaoke,  restoran, stasiun televisi, mall, hotel dan beberapa tempat hiburan lainnya, yang dikumpulkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Ketua Umum LMK PAPPRI Dwikki Dharmawan menjelaskan bahwa dari tahun ketahun royalti terus mengalami peningkatan, meskipun masih banyak tempat tempat hiburan yang belum memiliki kesadaran untuk membayarnya.

"Jika tahun lalau kami  mendistribusikan sekitar Rp 1,1 miliar sebelum pajak, maka untuk  tahun ini ada peningkatan yang cukup lumayan. LMK PAPPRI mendistribusikan royalti sebesar Rp 1,69 miliar. Jadi ada peningkatan hampir Rp 500 juta," kata Dwikki.

Dengan adanya peningkatan tersebut, Dwikki mengapresiasi kinerja LMKN yang sudah bertekad memperbaiki sinergi antara LMK dan LMKN. Bahkan pada kesempatan memperingati Hari HKI (Hak kekayaan Intelektual) Internsional,  LMKN dan LMK-LMK telah mencanangkan MoU Pemungutan Satu Pintu yg merupakan langkah konkret untuk memudahkan para pengguna lagu (users).

"Kami sebagai ketua Umim LMK PAPPRI mengapresiasi dengan baik kinerja LMKN dalam upaya mengumpulkan royalti. Bahkan LMKN Jilid 2 ini saya lihat mempunyai tekad untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan sinergi antara LMKN dengan LMK," Tambah Dwikki.

Dalam pembagian atau distribusi royalti Hak Terkait oleh LMK PAPPRI  pada 2018 lalu, almarhum Broery Pesolima tercatat sebagai musisi yang mendapat royalti terbesar.

Milla Rosa selaku Bendahara umum LMK PAPPRI memberikan penjelasan mengenai musisi yang mendapatkan royalti tahun ini.

"Ya, tahun lalu almarhum Broery Pesolima mendapat royalti terbanyak dari LMK PAPPRI, Beliau mendapat sekitar 35 jutaan sebelum pajak. Untuk tahun ini peraih royalti terbanyak adalah Ari Lasso dengan Rp 44 juta sebelum pajak. Lalu urutan kedua ada Broery Pesolima dengan Rp 33 juta, kemudian disusul Melly Goeslow dengan Rp 27 juta diurutan ke-3, dan Glenn Ferdly diurutan ke-4 dengan Rp 26,8 juta rupiah," jelas Milla Rosa.

Menurut Dwiki, jika kita melihat banyaknya industri hiburan nasional yang menggunakan karya para musisi, maka royalti yang didapat seharunya jauh lebih besar dari apa yang didapatkan sekarang ini. Namun kembali lagi, kesadaran para pemakai atau user untuk mau membayar tetap terus didorong, agar pendapatannya menjadi lebih besar lagi.

Sumber: https://entertainment.kompas.com/read/2019/05/16/140156510/lmk-pappri-distribusikan-royalti-senilai-rp-169-miliar

2019-05-16T07:21:05+00:00May 16th, 2019|